A Cup of Story (Secangkir Cerita)

Minggu, 01 Maret 2015

Semestinya Kita.

Semestinya kita berkawan dengan semesta.



"Samudera masih berombak sama saat kita tak lagi bersama. Langit masih membumbung  sama ketika kau tak lagi memberiku aksara. Bintang dan rembulan masih berkelip sama dengan cahaya yg begitu-begitu saja. Matahari kian lama kian menunggu tua. Sepertinya semestapun belum bisa menemukan cara untuk menyatukan kita."

Kau berteduh ketika hujan pun masih enggan turun. Kau takut tak bisa temukan jodohmu saat usiamu mulai termakan tahun. Kau ragu pada matahari ketika awan tengah tinggi membumbung. Kau gentar saat Ibumu dan semua orang mulai menyayikan lagu tentang keberadaanku yg kian lama beralun. 

Ibumu dan Ibuku sepertinya seirama. Mereka berdua mendustakan kita untuk bersama. Mereka ragu masing-masing kita bisa saling bahagia. Sepertinya semesta menjawab "iya" saat Ibuku memintaku untuk berhenti menderita. 

Kali ini, Ibumu, Ibuku dan semesta sepertinya tak berkawan denganku. Mungkin aku kurang menambah doa dan harapan padamu. Atau Sang Pencipta menginginkanku berhenti mencarimu di sela hidupku?

Salam rindu untuk Ibumu, dan pada hal-hal kecil olehku yg dulu sempat menyalakan tawamu,


—DAPw, @tweetbatin

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates