A Cup of Story (Secangkir Cerita)

Sabtu, 31 Oktober 2015

Hanya Seikhlas "Rela".




Lembut. Begitu sesumbut pelita sore ini mencoba  membuatku terhanyut.
Lepas. Begitu bisikan angin seolah membangunkanku dari lamunan bebas.

Kau membangunkanku untuk turut terlelap dalam doa panjangku, memintamu pada-Nya dalam bisu di sudut rahangku. Kau merayuku, berbisik padaku, seolah kau tak ingin lepas dari teriakan batinku.

Siapa yg tak merindukan hujan ditengah kemarau panjang? Lalu kau, 'peri' ku datang menjelma gerimis yg berbisik di antara bulir kehitaman. Wajahku, telah lama berdebu tiba-tiba saja gerimis malam itu mengusap peluhku yg lama terkikis jaman.

Sejatinya, aku kini lelah meminta. Aku telah pudar asa memohon pada Sang Kuasa. Meski aku telah rindu berkeluh kesah pada Sang Pencipta dan Pemilik Rasa. 

Aku lelah, memintamu terus kembali. Lantaran akhirnya, kau mudah disanjung lalu mudah pergi.

Kini tersisa hanya seikat rasa, seikhlas "Rela".



—DAPw, @tweetbatin




Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates